19 Oktober, 2018

I Don’t Trust Him Anymore


(Sesungguhnya tulisan ini di-publish di Group tertutup FB Kampung UGM. Hanya ada yang mem-forward keluar sehingga viral seluruh nusantara. Yang pasrah saja, saya anggap ini “Tangan Allah” agar kritik saya ke Pak Jokowi dibaca oleh orang se-Nusantara secara viral. Oleh karena itu, saya postingkan saja di Blog saya bahwa betul itu tulisan saya tapi sesunguhnya awalnya tidak dimaksudkan untuk didiskusikan di ruang publik terbuka. Awalnya itu hanya ingin didiskusikan secara internal di Group Diskusi Politik Paseduluran Kampung UGM. Ini link Group FB-nya: https://www.facebook.com/groups/kampungugm2/ )

Satu yang hilang dari Jokowi pada aku pribadi .… “I don’t trust him anymore!


Aku kecewa secara nyata bahwa Jokowi bukan orang yang serius mewujudkan apa yang dikatakan. 3 hal ini aku bersaksi bahwa Jokowi tidak pernah mewujudkan janjinya. 2 diantaranya malah aku serius membantu.

1. Saat bicara Esemka sebagai Mobnas.
Aku sebagai Tim Ahli IASI (Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman) sampai meminta audiensi Jokowi yang saat itu masih sebagai Walikota Solo. Ku-koordinasikan para Tim Pakar Otomotif Jerman, bahkan pihak VW sudah siap bantu, lalu melalui sahabatku anggota DPRD Solo disampaikan dukungan riil kita. Gratis tanpa dibayar!

Jokowi karena setelah itu dia sibuk kampanye di DKI untuk jadi Gubernur maka lupa. Kupikir setelah jadi Gubernur akan mewujudkannya, tapi dia pun sibuk untuk jadi Presiden. Kupikir setelah jadi Presiden akan mewujudkannya, ternyata dia terbiasa untuk tidak pernah mewujudkan janji-janjinya.

Enough is enough, I don’t trust him anymore.


2. Saat mau memajukan Sekolah Vokasi.
Ini pengorbananku buat Program Jokowi tak terhingga. Waktu cutiku 1 bulan kubuang demi mewujudkan Program Sekolah Vokasi. Plus selama lebih 1 tahun aku fokus bantu ini secara gratis!

Kudesain bersama teman-teman IASI dari “Nol” karena jujur, tidak banyak orang Indonesia yang tahu apa itu Program Vokasi acuan dunia seperti Dual-System Jerman. Sebagai Ketua Umum IASI saat itu semua sumber daya serta network yang kumiliki difokuskan untuk mewujudkan program yang visioner ini.

Ku-arrange konsepnya, kubantu Kemendikbud! Dapat komitmen dari pemerintah Jerman akan bantu kirimkan 650 ahli Jerman secara “gratis” untuk mendidikkan para ahli vokasi Indonesia.

Menteri berganti, aku tetap konsisten bantu. Tapi kelak aku tahu rupanya Jokowi cuma basa-basi di sini. Tidak ada komitmen serius mewujudkannya. Kita yang trust padanya, berkorban jiwa raga, jebule dia cuma mau main pencitraan belaka.

Enough is enough, I don’t trust him anymore.


3. Saat di KBRI Berlin beberapa tahun yang lalu. Jokowi dengan gagah berani bilang gedung KBRI Berlin seperti rumah toko (ruko) dan dalam waktu 3 bulan akan dibuat gedung baru. Malu punya gedung KBRI jelek. Kita sambut dengan tepuk tangan gegap gempita luar biasa.

Tapi ternyata seperti biasa, lidah tak bertulang. Ternyata setelah hampir 3 tahun berlalu, itu gedung KBRI tidak terwujud juga.

Enough is enough, I don’t trust him anymore.


Jangan lagi Anda tambahkan dengan janji-janji yang lain. Believe me he has no intention to fulfill his promise. He focuses to keep his chair only, that’s all!

Aku memutuskan mengkritisi Jokowi sebagai tanggung jawab moralku pribadi bahwa aku kecewa dengan cara dia yang belum sepenuhnya bertanggung-jawab dengan janji-janjinya.

#dariTepianLembahSungaiIsar
#MusimSemiNanIndah
#DiPostingPertamaKaliDiGrupFBKampungUGM

Ferizal Ramli
Vorsitzender/Chairman
IASI eV 2014-2016
1 April, 2018

https://ferizalramli.wordpress.com/2018/04/01/i-dont-trust-him-anymore/


Biografi Singkat Ferizal Ramli

Ferizal Ramli adalah ekspatriat, konsultan manajemen korporasi dan IT yang berdomisili di Hamburg, Jerman. Pernah menjadi chairman IASI (Ikatan Ahli Sarjana Indonesia) di Jerman, tahun 2014 – 2016.

Ferizal Ramli adalah seorang Unternehmensberater/ Corporate Consultant for Management, System Integration and SAP Standard Software yang saat ini berdomisili di Hamburg, Jerman. Kompetensi utama Ferizal adalah Business Intelligent Warehouse as well as Project System, Strategic Enterprise Management; Enterprise Performance Management; Business Process Design with ARIS and Proforma Toolset; SAP Financial Moduls: FI-Accounting, CO-Controlling, TR-Treasury, IM-Investment Management, EC-Enterprise Controlling; dan Accounting Concepts: US GAAP, IFRS dan HGB.

Ferizal Ramli lahir di Jakarta, 2 September 1971, dari Ayah Ramli Zulkifli dan Ibu Rosnani Amazy. Dibesarkan dalam tradisi keluarga Islam Minangkabau yang kuat, atau dalam kata lain gabungan dari tiga sikap: fundamental dalam berprinsip, moderat dalam bersikap, dan liberal dalam berpikir.


Ferizal menghabiskan seluruh masa kanak-kanaknya hingga pasca remaja di Banten. Hingga saat ini setia mengidentifikasikan diri sebagai “Wong Banten”. Ferizal menyelesaikan studinya di Jurusan Manajemen di kampus UPN “Veteran” Yogyakarta serta Jurusan Akuntansi di Universitas Gadjah Mada.

Saat berkuliah di Yogya dulu, Ferizal tercatat pernah menjadi Ketua/Pimpinan Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Ketua Umum Koperasi Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta.

Di Yogyakarta lah Ferizal bertemu Nanik Dwi Haryani yang menjadi pasangan serta pendamping hidupnya. Pernikahannya dengan Nanik dikaruni dua orang putri, yaitu Nawwara Zahra Ferizal dan Naura Zhafira Ferizal.

Setelah menyelesaikan sarjana, studi selanjutnya ia lakukan di Jerman pada Program Master of Computer Science in Business Consulting, Hochschule, Furtwangen dan Program Master of Arts in Daten und Informations Management di Universität Hamburg. Di kedua universitas tersebut Ferizal mempelajari secara mendalam Standard Software SAP.


Ferizal Ramli tercatat pernah berada di berbagai institusi baik di universitas maupun multinasional coporation. Sebagai instruktur/trainer, peneliti, maupun dosen, Ferizal pernah berbagi ilmu di Hochschule Furtwangen, Abhiseka College, AMA Yogyakarta, STIE YKPN, STIMIK Amikom, dan FE UGM.

Sedangkan sebagai seorang praktisi, Ferizal pernah bergabung di Mitsubishi Heavy Industries, Ltd., T-Systems International GmbH, Otto Versandt GmbH & Co. KG., Acent AG, Cirquent GmbH a company of NTT Data and BMW Group, Benteler International AG, Clariant SE dan juga merintis usaha membangun SAP Consultant di Jerman.

Ferizal suka kegiatan tulis menulis. Selain aktif di blog pribadinya, ferizalramli.wordpress.com, ia juga pernah menjadi kontributor internasional pada harian Jurnal Nasional.

Sumber: https://tirto.id/m/ferizal-ramli-jf

Tidak ada komentar: