22 November, 2015

Jembatan


Setiap melakukan perjalanan melihat kota-kota besar dunia yang memiliki sungai dan jembatan yang indah dan kokoh, saya selalu terhenyak kagum dan iri.

Ketika mengunjungi Kota Budapest pertengahan November 2015, misalnya, Sungai Danube yang panjangnya 2.850 km dan melintasi 10 negara itu membuat Budapest menyajikan kehidupan dan keindahan yang amat mengesankan. Begitu pula Sungai Vitava yang menghiasi Kota Praha. Danube yang legendaris itu bak kalung mutiara yang mempercantik Budapest.

Atau bagaikan ibu yang selalu memberikan sumber kehidupan ekonomi bagi penduduk setempat serta sumber inspirasi bagi para seniman dan perancang kota sehingga bermunculan bangunan-bangunan indah menjulang, baik yang kuno maupun modern. Hubungan antara sungai, kreasi arsitektur jembatan, dan bangunan-bangunan megah nan indah akan ditemukan diberbagai kota dunia semisal Paris, San Fransisco, Sydney, Kairo, dll.


Yang fantastis tentu jembatan Selat Bosporus di Istanbul yang menghubungkan daratan Eropa dan Asia. Atau jembatan dan bendungan raksasa Sungai Yangtze yang digunakan untuk menjinakkan banjir yang merendam ribuan desa dan kini jadi sumber penggerak tenaga listrik. Saya iri karena Indonesia memiliki banyak sungai tetapi tidak dirawat dengan cerdas sehingga menjadi indah. Padahal di berbagai negara sungai itu menjadi sumber rezeki, tempat wisata warganya, dan ornamen kota dengan arsitektur jembatannya yang ikonik.

Setiap orang pasti senang melihat sungai dengan airnya yang jernih dengan ikan-ikannya yang berseliweran. Sikap masyarakat terhadap sungai dan jembatan sangat mungkin memiliki keterkaitan dengan budaya masyarakatnya. Mungkin karena kita adalah penduduk kepulauan. Bahkan di kampung-kampung, sungai itu bagaikan WC umum. Dan ketika urbanisasi ke kota, gaya hidup kampung masih terbawa.

Mereka tidak memiliki visi bahwa sungai itu bisa difungsikan sebagai hiasan kota, tempat rekreasi, dan pusat ekonomi. Di Jakarta sungai semakin sempit, dangkal, dan kotor oleh tingkah warganya yang tidak bisa merawat fungsi sungai dengan baik. Faktor lain karena masyarakat punya mental serobot dan selalu ingin jalan pintas, enggan melewati jembatan yang tersedia.

Jembatan Suramadu, penghubung Surabaya dan Madura.

Lebih dari itu, desain jembatan yang dibuat kurang memperhitungkan aspek estetika dan rekreatifnya. Di dekat kampus saya, UIN Syarif Hidayatullah yang berlokasi di Ciputat, jembatan penyeberangan dibangun hanya untuk melayani pemasang iklan. Sehingga tak pernah ada warga atau mahasiswa yang melintasinya karena letaknya yang sangat tidak familier.

Untuk meraih karier dan prestasi hidup yang otentik, setiap orang juga memerlukan jembatan, terutama pendidikan dan pelatihan diri agar tahan banting menghadapi ujian, apa pun bentuknya. Anak sekolah yang senang mencontek dan berburu bocoran soal ujian adalah awal dari tindakan main serobot dan suap pada perjalanan hidup selanjutnya. Baik dikala melamar kerja maupun mengejar jabatan, termasuk dalam kasus pilkada dan pemilu.

Alhasil, mereka miskin estetika dan etika dalam membangun kehidupannya. Tidak indah dan mengundang respek ketika catatan kariernya dibaca ulang. Kita sering lupa bahwa perjalanan hidup tak pernah lepas dari jembatan yang mesti kita seberangi. Ungkapan Inggris crossover atau abara dalam bahasa Arab berkembang menjadi i’tibar dan ibarat. Untuk menggapai tujuan dan makna yang benar, kita mesti menyeberang mengatasi rintangan.

Kalau ingin menikmati daging kelapa, mesti memecahkan dulu batoknya yang keras. Jika ingin berburu tambang emas atau minyak di perut bumi mesti melewati dulu bebatuan yang menutupinya. Dalam komunikasi dan pergaulan sehari-hari kita juga mesti mampu menangkap pesan dan makna sejati di balik ungkapan verbal yang disusun dengan kata-kata.

Anak-anak sekolah ini harus berjuang keras melalui jembatan lapuk yang hampir putus.

Inilah yang dimaksud dengan kata ibarat dan isyarat. Hanya mereka yang cerdas dan bijak yang mampu menangkap pesan yang tersembunyi di seberang jembatan kata dan isyarat. Oleh karenanya dalam studi keagamaan ada disiplin ilmu tafsir untuk menggali makna tersembunyi di dalam kitab suci.

Dalam narasi kitab suci banyak ditemukan perumpamaan, misal, ibarat, isyarat, serta kiasan sehingga hanya mereka yang bisa menyeberang, menggali, dan menangkap makna di baliknya yang akan paham. Bukan mereka yang berhenti dan terpenjara oleh jembatan penyeberangan berupa kata-kata verbal dan literal.

Sebab kalau makna mesti selalu melekat di permukaan kata, maka tak akan ada sastra. Tak akan ada puisi. Bahasa jadi datar, kering dan miskin imajinasi. Bukankah setiap saat kita berdiri dan berjalan di atas jembatan? Bukankah kehidupan dunia ini juga merupakan jembatan untuk meraih kehidupan yang lebih tinggi, lebih abadi dan lebih membahagiakan?

Jadi jangan pernah berhenti untuk menyeberang!

Komaruddin Hidayat,
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah @komar_hidayat

KORAN SINDO, 20 November 2015

12 Oktober, 2015

Tuhan Tak Menghendaki Prabowo Jadi Presiden


Ketika pemilihan presiden tahun 2014 yang lalu banyak yang mengatakan Calon Presiden Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sebagai titisan Soekarno. Bahkan ramalan mitos Notonegoro pun masih tetap diyakini walaupun akhiran nama seorang tokoh sebenarnya tidak sesuai (tidak cocok) dengan mitos tersebut.

Lalu bagaimana dengan ramalan Jongko Joyoboyo? Menurut Permadi SH, orang yang sering dimintai pendapat soal hasil terawangannya, masa jabatan Presiden Joko Widodo paling lama sampai awal 2016. Hal itu bukan tanpa sebab, menurut Permadi sebelum Jokowi jatuh akan ada goro-goro lebih besar dibanding tahun 1965.

Lalu bagaimana ramalannya jika kursi Presiden saat ini diduduki oleh Prabowo Subianto? Kepada Laurel Benny Sharon Silalahi dan Arbi Sumandoyo dari merdeka.com, Permadi mengatakan bahwa Prabowo belum mendapat restu untuk menjadi presiden. Apalagi jika dia maju dalam Pemilihan Presiden tahun 2019 nanti, Prabowo diyakini juga bakal kalah lagi.

Peluang Prabowo menjadi presiden hanya pada tahun 2016, dimana setelah Jokowi lengser oleh rakyat, bekas Danjen Kopassus itu bisa duduk sebagai presiden. “Tidak akan bisa, tidak bisa Prabowo menang. Tuhan tidak menghendaki itu,” kata Permadi saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya, Jumat pekan lalu.


Berikut kutipan Wawancara Permadi SH soal ramalannya yang dia percaya akan terjadi.

Ada yang menyebut Prabowo dan Jokowi itu titisan Soekarno?

Prabowo dan Jokowi kita hitung, seharusnya Prabowo menang, karena Prabowo lebih dahulu terkenal dibanding Jokowi. Dan juga banyak yang suka dan banyak yang membenci Prabowo. Apalagi Amerika, pada saat (pemilu) itu Prabowo harus kalah, karena dia dituding pelanggar HAM. China juga mengatakan prabowo harus kalah karena dituding dalang pembunuhan orang China pada kerusuhan Mei 1998. Nah itu sebenarnya kalau mau jujur Prabowo itu menang tipis tapi di balik angkanya sedemikian rupa. Apa yang diproteskan oleh Prabowo (di MK) tidak ada yang menang.

Bagaimana Jokowi yang (saat itu) belum dikenal bisa menang? Orang Ambon, Papua, Sulawesi, banyak sekali yang belum tahu Jokowi. Bagaimana bisa? Saya merasa ada kecurangan yang disponsori oleh China dan Amerika. Karena China dan Amerika itu sekarang ini rebutan rejeki di Indonesia, jadi mereka bagi dua. China bagian timur, Amerika bagian barat. Perdagangan (bisnis) kita sekarang ini betul-betul dikuasai China dan Amerika. Kembali neolib berkuasa, nah kalau neolib berkuasa arwah tanah leluhur termasuk Bung Karno tidak mengikhlaskan. Inilah yang mendorong rakyat untuk berontak, apalagi karena Bung Karno mengatakan revolusi belum selesai.

Siapa kawan, siapa lawan. Kawan siapa, lawan siapa?

Kalau misalkan pemilihan presiden kemarin Prabowo yang menang, ramalan anda seperti apa?

Tidak akan bisa, tidak bisa Prabowo menang, Tuhan tidak menghendaki itu. Kalau Prabowo menang masih akan lama Indonesia rusak porak porandanya, karena dia punya ketegasan. Oleh karena itu harus dipimpin oleh orang yang memble, yang nggak ngerti apa-apa, yang kalau membuat keputusan belum dijalankan sudah dicabut.

Ada kepercayaan bahwa pemimpin Indonesia harus dari orang Jawa?

Saya sebenarnya menyatakan kalau toh presiden itu orang Jawa, itu bisa dimengerti karena orang Jawa itu tinggal di pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Pak Harto, Bung Karno itu memang benar orang Jawa. Tetapi kalau kita pikir, Pak Habibie sendiri bukan orang Jawa, beliau orang Makassar, orangtuanya. Jadi sulit yah mengatakan apakah Bung Karno itu orang Jawa Asli, Pak Harto juga tidak menyebut nama ayahnya. Kalau lihat kulitnya kuning cakep, Pak Harto itu sepertinya bukan orang desa di Jawa.

Jadi ramalan Notonegoro itu menurut bapak seperti apa?

Notonegoro itu bukan ramalan Jongko Joyoboyo. Itu ramalan Profesor Doktor, guru besar di Yogyakarta. Dia mengatakan lihat saja nanti presiden di Indonesia itu mengikuti nama saya Notonegoro. Itu akal-akalan profesor saja. Joyoboyo mengatakan satrio piningit.

Tokoh besar diukur dari kebesaran jiwa dan kebesaran hatinya untuk menerima kenyataan dengan ikhlas dan lego lilo lillahi ta'ala.

Apakah satria piningit ini masih masuk keturunan raja Majapahit?
Memang ada kaitannya, dan inilah saat kebangkitan kerajaan Majapahit. Majapahit kan jatuh di tangan Brawijaya Pamungkas, lalu dijatuhkan lagi oleh anaknya. Setelah itu Brawijaya bersumpah, memang saat ini jatuhnya Majapahit tetapi ingat sekian ratus tahun yang akan datang akan saya tagih kembali. Nah pada saat Majapahit jatuh akhirnya itu Sirno Ilang Kertaning Bumi, hilang lah kesejahteraan dan kemakmuran di Nusantara. Nah sekarang ini tidak hanya Sirno Ilang Kertaning Bumi, namun hilang jugalah angkara murka kemudian akan muncul kejayaan bumi kembali, kembalilah kejayaan Majapahit .

Jadi memang satria piningit keturunan Majapahit?

Betul, tapi kan sudah ribuan tahun, jadi bisa orang Batak, Makassar, bisa juga di luar Jawa.

Bagaimana jika Prabowo maju 2019 apakah akan menang?

Saya menyatakan pada Prabowo, kalau kamu maju lagi 2019 habis kamu. Tak ada yang tersisa. Kamu tunggu saja Jokowi jatuh paling lama tahun 2016, kalau berani kamu lakukan revolusi sekarang, kalau nggak tidak ada lagi nama kamu.

Menurut Anda Prabowo bisa maju mengambil alih kursi kepresidenan tahun 2016?

Terserah dia berani atau tidak? Tinggal nunggu berjuangnya saja. Kalau tidak akan terlambat, buat apa nunggu pemilu akan datang.

Siapa mirip siapa tidaklah penting, yang lebih penting adalah karakter pribadi yang lebih bisa diterima dan diharapkan oleh lebih banyak orang.

Anda mengatakan bahwa anda penyambung lidah Bung Karno, bisa dijelaskan?

Kalau itu saya sadar. Saya sangat bangga dibilang penyambung lidah Bung Karno. Mengapa? Bung Karno bagi saya adalah manusia dewa, pikirannya tak bisa dicerna, cemerlang sekali, 100 tahun baru bisa dijangkau. Dia menjongkokan (meramalkan) kemerdekaan tahun 45. Dan dari tahun 20 dia sudah mengatakan, kalau kita dijajah Jepang nanti kita pasti merdeka. Dia menjalankan trisakti itu benar semua, Pancasila itu benar semua, Undang-Undang Dasar itu benar semua.

Ketika dia dijatuhkan Pak Harto, di mana-mana terjadi de-Soekarnoisasi. Kalau ada orang yang memasang gambar Bung Karno ditangkap, dipenjara. Saya tidak takut, malah memasang gambar banyak foto Bung Karno di rumah saya dan ketika Bung Karno meninggal pada saat gawat-gawatnya tahun 1970, saya menyatakan bahwa saya penyambung lidah Bung Karno, saya bangga dengan itu. Saat itu saya sumpah di makam Bung Karno.

Resikonya tidak kecil saat saya mengatakan itu. Pada saat itu Pak Harto memburu saya. Tahun 70-an saya dikejar-kejar, saya dipenjara, saya ditangkap polisi belasan kali. Di penjara satu kali, dihukum mati dalam BAP dua kali. Itu pada saat peristiwa 27 Juli dan pada saat peristiwa Semanggi. Saya ketangkep di lapangan, saya di BAP polisi hukuman mati, tapi saya lolos yang menyelamatkan saya Pak Harto. Pak Harto sebenarnya sayang sama saya, sekalipun dia tahu saya penyambung lidah Bung Karno.

Ketika beliau tahu saya mau dihukum mati, Pak Harto panggil Pak Benny Moerdani, Permadi dalam kesulitan kamu urus. Benny yang mengambil BAP di kantor polisi. Ketika saya dihukum di Yogya, Pak Benny memasukkan 11 orang personel militer melindungi saya karena saya mau dibunuh, dan itu bukti. Nah pada waktu saya di Gerindra, Prabowo berpidato kepada kader Gerindra semua, dia bilang saya pernah mendapat perintah membunuh Permadi. Tapi saya (Permadi) hormat sama dia karena dia tidak melakukannya, karena yang memerintah bukan Pak Harto, waktu itu yang memerintah Pangab.


Bung Karno pernah berkata “kutitipkan negeri ini”. Lalu ada yang memahaminya bahwa Bung Karno akan balik lagi. Apakah Anda percaya?

Bukan. Bukan itu maksudnya. Itu maksudnya kan hanya menjadi pendamping. Bung Karno menurut keyakinan saya tidak meninggal tapi mukso, seperti Yesus Kristus, di salib mati, tiga hari hidup lagi. Karena itu banyak orang yang melihat Bung Karno di Bogor, di Blitar, di pantai selatan, yah bisa saja, penglihatan orang kan beda-beda. Kalau saya ikut yakin Bung Karno tidak mati.

Bagaimana Anda melihat UUD 45 yang Anda percayai sudah dibuat oleh Bung Karno namun diubah oleh Megawati?

Bung karno adalah arsitek undang-undang dasar. Banyak sekali masterpiece buatan Bung Karno. Dan kalau kita lihat sebenarnya undang-undang dasar itu mencerminkan Indonesia sebagai negara kerajaan. Raja yang harus berkuasa karena itu presiden sangat berkuasa menjadi mandataris MPR. Itu yang bisa menjadikan dia diktator. Tapi Bung Karno tidak mau seperti itu. Rakyat yang dipentingkan.

Kemudian diamandemen. Saya anggota MPR waktu itu. Saya menolak, sekalipun Megawati tidak bisa terima. Permadi menolak catatan amandemen undang-undang. Karena menurut saya itu adalah pengkhianatan terhadap undang-undang dasar yang asli, terhadap Pancasila yang asli. Termasuk SBY saya beri tahu, Anda mengkhianati Pancasila sehingga dia tidak mau bergaul dengan saya.


Bayangkan sila ke-4, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.” Jadi kalau mau memutuskan, yang penting harus melalui permusyawaratan perwakilan. Itu yang penting. Pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah itu harus permusyawaratan perwakilan, tidak boleh langsung, (bila dipilih langsung) itu pengkhianatan terhadap Pancasila.

Jadi Bung Karno itu ada sejarahnya mengapa dia merumuskan Pancasila. Pada waktu itu rakyat (penduduk) Indonesia sekitar 100-an juta, tinggal di 17.000 pulau dan masih banyak yang telanjang, masih banyak yang nomaden. Tidak ada televisi, tidak ada BH, jadi bagaimana mereka bisa kenal siapa Bung Hatta, siapa Syahrir, oleh karena itu harus ada perwakilan. Perwakilannya kan ada di antara mereka yang sekolah sarjana, itulah yang diangkat sebagai DPR-MPR. Itulah permusyawaratan perwakilan, jadi tidak ada pemilihan langsung. Nah alasan (kenapa diadakan pemilihan langsung), zaman SBY waktu itu DPR-MPR bisa disuap.

Jadi ini harus kembali ke UUD 45. Makanya itu saya keluar dari PDI.

Wawancara dengan Paranormal Permadi SH
Merdeka.com, Jakarta, 11 September 2015
Reporter: Arbi Sumandoyo, Laurel Benny Sharon Silalahi
http://www.merdeka.com/khas/tuhan-tidak-menghendaki-prabowo-jadi-presiden-wawancara-permadi.html

14 September, 2015

Crawler Crane Maut di Tanah Haram


Jumat, 11 September (Peristiwa Nine One-One atau Nine Eleven), tak hanya dikenang sebagai hari bersejarah bagi masyarakat Amerika yang memperingati insiden runtuhnya gedung WTC, namun juga menjadi kisah pilu bagi seluruh umat muslim di dunia.

Tepat di hari itu, sebuah alat derek (crane) raksasa, jatuh tumbang dan menimpa para jamaah calon haji yang hendak melaksanakan shalat maghrib di Masjidil Haram, Makkah. Akibatnya lebih dari seratus orang jamaah calon haji meninggal dan 10 diantaranya adalah warga negara Indonesia.


Sebuah kebetulan yang menarik, konon crane yang jatuh di Makkah itu tenyata milik perusahaan dari keluarga Bin Laden. Dan kebetulan pula ketika musibah terjadi pada Jumat sore kemarin itu tepat pada tanggal 11 September, persis 14 tahun lalu ketika menara kembar WTC di AS hancur (peristiwa 9-11).

Menurut Daily Mail, crane yang jatuh ternyata adalah milik perusahaan konstruksi dari keluarga Osama bin Laden bernama Bin Ladin Group. Perusahaan itu didirikan ayah Osama, Mohammed, dan kerap mendapatkan proyek-proyek raksasa di Arab Saudi. Perusahaan konstruksi ini adalah yang terbesar kedua di dunia.


Saat itu, hari Jumat sore menjelang maghrib (11/9-2015) waktu Arab Saudi, hujan deras disertai dengan angin yang sangat kencang. Hingga kini, dalam peristiwa tersebut sedikitnya telah menewaskan 107 orang dan belasan lainnya luka-luka.

Menurut Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr, hujan deras disertai angin kencang berkecepatan 83 kilometer per jam merupakan penyebab insiden tersebut.


Hujan badai dan angin kencang yang disertai hujan es di wilayah Makkah sore itu, diduga sebagai penyebab salah satu crane raksasa di tempat itu tak kuat menahan beban dan jatuh terjerembab menimpa salah satu sisi Masjidil Haram.

Seperti diketahui, di seputaran Kakbah di Masjidil Haram Makkah, banyak sekali crane yang memang sedang digunakan untuk pembangunan perluasan Masjidil Haram.


Salah satu jenis crane (mesin derek) yang bernama crawler crane, Jumat kemarin mengejutkan dunia karena jatuh tumbang di area Masjidil Haram. Apa itu crawler crane?

Crawler crane adalah jenis mobile crane, yakni mesin derek besar yang dapat bergerak walaupun lambat. Mesin derek hidrolik ini dijuluki “crawler” karena menggunakan roda tank dari besi baja dengan bantalan lebar. Oleh karena itu, laju crane ini sangat lambat, bagaikan bayi yang sedang merangkak atau “crawl”.


Kelahiran crawler crane bermula sekitar tahun 1920-an di AS. Saat itu perusahaan Northwest Engineering yang pertama kali membuat crawler crane. Namun, saat itu bentuk mesin derek itu masih sederhana, hanya seperti sebuah katrol yang dipasangkan di atas rel.

Crawler crane yang lebih modern lantas di buat oleh Ray & Charles Moore dari Chicago, AS. Mesin tersebut bertenaga uap dan berbobot 15 ton. Versi ini mulai dikembangkan dan dipasarkan secara luas pada tahun 1925.


Dari situlah, banyak perusahaan alat konstruksi mulai mengembangkan crawler crane yang lebih canggih. Salah satu yang terkenal adalah crawler crane dengan tiang hidrolik yang pertama buatan Hymac, perusahaan asal Inggris di tahun 1966.

Mesin derek yang terkenal menggunakan roda ulat (caterpillar tracks) ini biasanya memiliki tinggi total mulai dari 50 meter hingga 120 meter lebih, dengan bobot puluhan hingga ratusan ton.


Crawler crane dengan ukuran raksasa ini bisa mengangkat beban berat antara 40 hingga 3.500 ton. Tak aneh bila majalah Cranes & Access di tahun 2006 menyatakan bila crawler crane adalah alat berat terbaik untuk membangun baling-baling raksasa PLTA (pembangkit listrik tenaga angin) yang ketinggiannya bisa mencapai 100 meter.

Salah satu keuntungan dari crawler crane adalah mobilitasnya di area konstruksi. Mesin ini bisa berjalan meskipun sedang membawa muatan berat. Penggunaan di lokasi dengan tanah tidak stabil pun memiliki resiko yang lebih rendah. Menggunakan roda mirip roda mesin perang tank, crawler crane tidak mudah terjebak di pasir atau tanah yang becek.


Akan tetapi, crawler crane sangat berat. Alat berat ini sangat susah dipindahkan dari satu lokasi proyek ke lokasi lainnya. Bahkan karena beratnya, untuk memindahkan alat ini biasanya harus dibongkar dulu sebelum akhirnya di letakkan di atas truk besar untuk dipindahkan, baru kemudian dipasang kembali.

Akibat bobotnya yang sangat berat itu (ratusan ton), maka saat crane jenis ini jatuh dan tumbang di Masjidil Haram, dampak kerusakannya memang cukup masif.


Proyek perluasan kawasan Masjidil Haram sekarang ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Arab moderen. Saat ini masjid dengan sembilan menara itu mampu menampung 900 ribu orang. Dan pada musim haji, angka itu meningkat menjadi empat juta orang.

Pemerintah setempat menargetkan proyek pembangunan masjid tersebut selesai pada 2020 agar mampu menampung setidaknya 1,85 juta jemaah. Perluasan mencakup pada bagian halaman, terowongan, dan fasilitas pelayanan jalan lingkar (ring road) pertama.


Selain itu, ada penambahan 680 lift baru bagi jemaah disabilitas, 4.524 speaker untuk sistem suara, 6.635 kamera pemantau (cctv), 2.100 toilet baru, termasuk toilet kaum difabel, dan sistem pembersihan debu ruangan.

Pascajatuhnya derek besar (crane) yang menimpa jemaah haji di Masjidil Haram, Makkah, pemerintah Arab Saudi dikritik karena dianggap lalai. Pendiri Islamic Heritage Research Foundation yang berpusat di Makkah, Irfan al-Alawi, mengomentari insiden yang terjadi pada Jumat petang, 11 September 2015, tersebut.


Irfan mengeluhkan otoritas setempat yang sangat lalai karena membiarkan alat-alat proyek berat, seperti crane raksasa itu, menghadap langsung di Masjidil Haram begitu saja. “Arab Saudi harus berpikir ulang soal strategi keselamatan dan keamanannya,” katanya. “Sebab, ada 800 ribu orang di wilayah Masjidil Haram saat kecelakaan itu.”

Derek atau crane yang jatuh di Masjidil Haram telah menewaskan sedikitnya 107 orang dan melukai 238 lainnya. Crane tersebut merupakan satu dari puluhan derek (crane) di area itu yang digunakan dalam proyek perluasan mesjid terbesar yang menjadi kiblat umat Islam sedunia.

Dari berbagai sumber:
merdeka.com; tempo.co.id; wikipedia.org; brighthubengineering.com, dll.